Pakaian Adat Jawa

11.09 0 edit
Pakaian Adat Jawa Provinsi Jawa Tengah

Yang paling dikenal dari pakaian adat jawa Provinsi Jawa Tengah adalah pakaian setelan kain kebaya,
Motif kain kebaya yang ada di Provinsi Jawa Tengah tidaklah sama dengan motif kebaya di daerah lainya.

Biasanya yang membuatnya beda adalah pada motif batiknya serta model setelan cara pemakaian kain kebayanya. Kalau diamati sepintas, pakaian adat jawa Provinsi Jawa Tengah lebih identik dengan penggunaan kain kebaya dengan motif batiknya, dimana batik yang digpakai merupakan sejenis batik tulis yang masih tergolong asli.
contoh pakaian adat jawa Provinsi Jawa Tengah seperti yang terlihat pada tampilan gambar di bawah merupakan salah satu warisan budaya nenek moyang yang semestinya wajib kita lestarikan dan menjadi sebuah kebanggaan bangsa Indonesia khususnya masyarakat di Pulau Jawa.
Busana kebaya sebagai pakaian adat jawa dikenakan oleh para kalangan rakyat biasa maupun wanita berdarah biru baik sebagai busana sehari-hari ataupun pakaian upacara adat. Misalnya pada busana upacara seperti yang dikenakan oleh seorang garwo dalem, baju kebaya yang dipakai menggunakan peniti renteng dipadukan dengan sebuah jarik corak batik atau kain sinjang, untuk bagian kepala rambutnya digelung (disanggul), dan  tak lupa dilengkapi dengan perhiasan yang dipakai seperti cincin, subang, gelang dan kalung serta sebuah kipas biasanya tidak ketinggalan.
Saat ini, Pakaian adat jawa busana kebaya pada umumnya hanya dikenakan pada hari-hari tertentu saja, seperti ketika upacara adat misalnya. Pakaian kebaya di sini ialah berupa blus dengan lengan panjang yang dipakai di luar kain panjang bercorak atau sarung yang menutupi bagian bawah dari anggota badan. Panjangnya dari pakaian kebaya bervariasi, mulai dari yang berukuran di sekitar pinggul atas hingga dengan ukuran yang di atas lutut. Oleh sebab itu, wanita Jawa mengenal dua macam jenis kebaya, yaitu jenis kebaya pendek yang berukuran sampai pinggul dan jenis kebaya panjang yang berukuran sampai ke lutut.
Busana kebaya pendek dibikin dengan beragam jenis bahan katun, baik yang polos dengan salah satu pola warna semisal biru, merah, putih, coklat, kuning, hijau dan lain sebagainya ataupun bahan katun yang berbunga dan bersulam. Untuk saat ini, Pakaian adat jawa busana kebaya pendek dapat dibuat dengan bahan sutera, kain sunduri atau brocade, lurik, nilon, ataupun bahan-bahan sintetis. Sedangkan, Untu Pakaian kebaya panjang banyak menggunakan bahan brokat, beludru, sutera yang berbunga ataupun nilon yang bersulam. Mayoritas untuk wanita di Jawa, biasanya baju kebayanya diberi suatu tambahan bahan yang berbentuk persegi panjang di bagian depan yang fungsinya sebagai penyambung.
Mengenai masalah teknik dan tatacara pembuatan baju/Pakaian adat jawa busana kebaya sangatlah sederhana. Potongan dan model Pakaian adat jawa busana kebaya, yang juga dipakai di Pulau Kalimantan, Pulau Sumatera, Kepulauan Sumbawa, dan Timor sejatinya serupa dengan blus. Pakaian ini terdiri dari dua helai potongan, yaitu satu helai bagian depan dan satu helai lagi potongan bagian belakang, serta dua buah lengan baju. Untuk modelnya bisa ditambah dengan sepotong bahan dengan bentuk persegi panjang yang dipakai untuk penyambung antara kedua potongan bagian muka.
Untuk bagian badan pakaian adat jawa busana kebaya dipotong sedemikian rupa sehingga tidak memerlukan krup. Ini bertujuan agar benar-benar membentuk badan di bagian pinggang dan bagian payudara dan sedikit juga melebar pada bagian pinggul. Sedangkan,untuk lipatan bawah bagian belakang dan samping wajib sama lebarnya dan menuju ke bagian depan dengan agak sedikit meruncing. Sedangkan Lengkung leher baju menjadi satu dengan bagian depan kebaya. Lengkung ini harus lebar agar dapat dilipat ke dalam untuk vuring kemudian selanjutnya dilipat lagi keluar untuk membentuk sebuah lengkung leher. Semua potongan-potongan tadi dapat dikerjakan dengan mesin jahit ataupun dijahit dengan tangan.
Sedangkan untuk pakaian adat jawa yang umum dikenakan kaum pria, khususnya para kerabat keraton adalah menggunakan baju beskap kembang-kembang ataupun suatu motif bunga lainnya, pada kepala memakai blangkon, untuk kain samping jarik, stagen yang berfungsi untuk mengikat kain samping, senjata keris dan alas kaki atau cemila. Untuk pakaian adat jawa ini dinamakan Jawi Jangkep, yaitu ialah busana pria Jawa secara lengkap dengan senjata adatnya yaitu keris.

Alat Musik Tradisional Jawa Timur

22.41 0 edit
Alat Musik Tradisional Jawa Timur

    Musik merupakan bagian yang sangat erat kaitannya dengan kebudayaan, didalam kebudayaan tersebut adalah telah menjadi bagian dari adat istiadat satu kelompok masyarakat. Dalam setiap prosesi ritual adat istiadat satu kelompok masyarakat biasanya juga menyertainya adalah digunakannya alat musik tradisional. Demikian halnya dengan masyarakat jawa timur yang juga memiliki alat musik tradisional jawa timur, sebatas penulis yang ketahui pada tulisan ini akan memaparkan lima alat musik tradisional jawa timur.

    Gamelan

    Gamelan adalah perangkat alat musik Jawa (Sunda, Bali, dan sebagainya) yang terdiri atas gong,rebab, bonang, saron, gendang,  dan sebagainya; definisi ini menurut kamus besar bahasa indonesia. Definisi dari sumber wikipedia gamelan merupakan ensambel musik yang biasanya menonjolkan metalofon, gambang, gendang, dan gong. Alat musik tradisional jawa timur yang pertama kami paparkan adalah gamelan. Alunan alat musik tradisional jawa timur berupa gamelan ini yang bukan hanya di daerah jawa timur saja bahkan lebih luas lagi di daerah Jawa disebut karawitan. Karawitan adalah istilah yang digunakan untuk menyebutkan alunan musik gamelan yang halus. Istilah karawitan yang digunakan untuk merujuk pada kesenian gamelan banyak dipakai oleh kalangan masyarakat Jawa. pengistilahan tersebut telah mengalami perkembangan penggunaan maupun pemaknaannya. Tidak sedikit orang memberi makna karawitan berdasarkan dari kata dasar rawit yang artinya kecil, halus atau rumit. Dalam pengertian yang sederhana istilah karawitan digunakan untuk penyebutan suatu jenis seni suara atau musik yang mengandung salah satu atau kedua unsur berikut :

    Menggunakan alat musik gamelan secara sebagian atau seluruhnya baik berlaras slendro atau pelog – sebagian atau semuanya. Menggunakan laras (tangga nada slendro) dan atau pelog baik instrumental gamelan atau non-gamelan maupun vocal atau campuran dari keduanya.

    Alat musik tradisional jawa timur berupa gamelan ini tidak hanya dimainkan untuk mengiringi seni suara, seni tari, dan atraksi wayang. Saat diadakan acara resmi prosesi ritual adat istiadat jawa masih jamak juga digunakan alunan musik gamelan sebagai pengiring. Terutama, jika ada anggota masyarakat golongan ningrat yang melangsungkan pernikahan. Masyarakat Jawa timurpun khususnya dan masyarakat jawa pada umumnya menggunakan alunan musik gamelan ketika mengadakan resepsi pernikahan. Berikut ini gambar alat musik tradisional jawa timur berupa gamelan.
 
Terompet Reog

Kata terompet bentuk baku penulisan menurut kamus besar bahasa indonesia adalah trompet merupakan alat musik tradisional Jawa Timur yang berasal dari ponorogo . Alat musik ini biasanya digunakan sebagai pengiring saat pertunjukan Reog Ponorogo. Alat musik ini termasuk dalam jenis alat musik tiup. Terompet reog adalah alat musik tradisional jawa timur yang dimainkan dengan cara ditiup, dibikin dari kayu  sebagai penghiasnya kebanyakan terompet reog diukir dan diberi hiasan naga pada ujungnya. Terompet reog ini seringkali digunakan untuk mengiringi pertunjukan Reog ponorogo, alat musik tradisional jawa timur yang berupa terompet ini ketika dimainkan menghasilkan suara yang mendayu dayu, bahkan menirukan sebuah lagu jawa bahkan sekarang ini, pun lagu pop indonesia.Terompet Reog  biasanya digunakan sebagai pengiring saat pertunjukan Reog Ponorogo. Selain sebagai bentuk harmonisasi musikalnya terompet reog dalam pertunjukkan reog juga diyakini berfungsi sebagai pemanggil arwah REOG. Dan perhatikanlah gambar gambar Terompet Reog ini.
  Bonang

    Alat musik tradisional jawa timur berikutnya adalah bonang yaitu  alat musik pukul dalam orkes gamelan, terbuat dari perunggu, bentuknya menyerupai periuk atau belanga, atau gong kecil yang disusun di atas tali yang terentang di antara kerangka sandaran kayu. Bonang atau disebut juga “ceret” atau “pot” merupakan salah satu alat musik tradisonal jawa timur  bagian dari gamelan. Alat musik pukul ini juga merupakan salah satu instrumen melodi yang sudah terkemuka di wilayah Jawa. Biasanya terbuat dari bahan kuningan, namun ada juga yang terbuat dari perunggu dan pada bagian tengah atasnya berbentuk benjolan menyerupai degung atau gong,akan tetapi jauh lebih kecil ukurannya.

    Bonang dibagi menjadi beberpa jenis di antaranya Barung, Panerus dan Panembung. Bonang Panerus adalah yang terkecil tetapi memiliki nada yang beroktaf tinggi. Panerus tidak berfungsi sebagai penuntun lagu (tuntunan) walaupun dapat mengantisipasi nada-nada balungan karena keterbatasan kecepatan ritme dan ketinggian wilayah nadanya. Dengan menggunakan cara atau gaya tabuhan imbal-imbalan dan berpadu-padan dengan Barung dan juga Panerus ini dapat memainkan beberapa pola-pola lagu yang saling menjalin dengan harmonis. Selain itu Bonang Panerus menggunakan ketel kecil yang umumnya sampai mencapai dua oktaf, meskipun dalam laras (tinggi- rendah nada) atau berslendro instrumennya ala surakarta, terkadang lebih tinggi yang berada di kisaran yang sama dengan saron dan juga peking gabungan. Bonang Penerus memainkan irama tercepat namun masih saling berkesesuaian dengan kecepatan dari Bonang Barung.

    Bonang Barung adalah instrumen yang memiliki laras (tinggi-rendah nada) satu oktaf di bawah Bonang Panerus, akan tetapi pada umumnya laras  Bonang Barung dapat mencapai dua oktaf yang memiliki peran kurang lebihsama dengan demung dan jenis saron gabungan. Bonang Barung juga memiliki fungsi  sebagai pengarah dan penuntun yang memberikan isyarat bagi pemain alat musik lainnya dalam gamelan oleh karena itu, Bonang Barung merupakan instrumen yang cukup penting dalam ensambel gamelan. Pada jenis atau balutan instrumen gendhing, Bonang Barung memainkan pembuka gendhing dan menuntun alur lagu gendhing.

    Bonang Panembung adalah instrumen Bonang yang memiliki nada terendah, umumnya nada rendah ini sering kita jumpai pada gamelan ala Yogyakarta, dan Panembung ini hampir sama dengan instrumen slenthem dan jenis demung gabungan. Alat musik ini memiliki satu baris dari enam slendro atau tujuh ceret yang terdengar hampir yang sama dengan slenthem dalam gamelan gaya Solo. Berikut ini gambar- gambar alat musik tradisional jawa timur berupa bonang.


    Angklung Reog

    Angklung reog adalah alat musik reog yang terbuat dari bambu. Ada beragam ukuran angklung, Angklung dalam pertunjukan reog biasanya menggunakan dua buah ukuran yakni angklung ukuran besar dan angklung berukuran sedang. Salah satu ciri khas pembeda alat musik tradisional jawa timur yang berupa angklung ini dengan angklung pada umumnya adalah dengan dihiasinya angklung dengan benang berbentuk bunga warna merah dan kuning , hal ini selain menjadi pembeda juga membuat angklung lebih indah.

    Ada beberapa metode memainkan angklung reog. Metode yang pertama ini merupakan metode memainkan alat musik tradisional jawa timur berupa angklung yang utama ialah dengan cara seperti memegang pistol, memegang ujung bambu pada angklung. Metode yang kedua adalah dengan cara memegang leher dan pinggul angklung (seperti memegang kuda kepang), sebagaimana umumnya angklung dimainkan namun pada metode yang kedua ini lebih dihentakkan angklungnya. Metode yang kedua ini, dengan menambahkan gerakan tangan dari kanan ke kiri sehingga menimbulkan suara yang lebih panjang, biasanya untuk penutupan pertunjukan reog atau potrojayan. Berikut ini gambar- gambar alat musik tradisional jawa timur berupa angklung.


    Saronen

    Alat musik tradisional jawa timur berupa orkes gamelan khas Madura terdiri atas gong, kempul, bonang, kenong, gendang, dan simbal kecil, biasanya dipakai untuk mengiringi karapan sapi Rakyat yang tumbuh berkembang di masyarakat Madura terkenal dengan sebutan saronen. Yang mengilhami pencipta saronen adalah harmonisasi yang dinamis, rancak, dan bertema keriangan menghasilkan sebuah perpaduan kreasi suara yang identik dengan identitas dan karakteristik masyarakat Madura yang tegas, polos, dan sangat terbuka.

    Saronen ini berbentuk kerucut dan dibuat dari kayu jati yang sangat kuat, pada alat musik tradisional jawa timur yang berupa saronen ini terdapat enam lubang berderet di depan dan satu di belakangnya. Yang menarik dan menjadi jiwa dari musik ini adalah sebuah gelang kecil dari kuningan mengaitkan bagian bawah dengan bagian atas ujungnya terbuat dari daun siwalan. Pada bagian pangkalnya ada variasi berbentuk sebuah sayap berbahan dari tempurung kelapa yang menyerupai kumis, sehingga menambah kesan jantan dan gagah bagi peniupnya, alat musik Saronen inilah yang jadi pemandu pada pertunjukan kuda serek, sapi sonok, karapan sapi , bahkan pada resepsi pernikahan juga digunakan, namun seiring dengan perkembangan zaman alat musik tradisional jawa timur yang berupa Saronen sudah jarang kita temui dalam acara seperti resepsi pernikahan. Inilah gambar-gambar alat musik tradisional jawa timur berupa saronen.
 

Adat Istiadat Jawa

11.21 0 edit
Adat Istiadat Jawa

    Adat istiadat Jawa adalah tata kelakuan yang kekal dan turun-

temurun dari generasi satu ke generasi lain sebagai warisan sehingga kuat

integrasinya dengan pola perilaku masyarakat. Definisi adat istiadat jawa

ini menurut kamus besar bahasa indonesia. 

    Masyarakat Jawa hidup dalam lingkungan adat istiadat jawa  yang

sangat kental dan sudah mendarah daging. Masih sering kita jumpai digunakan

dalam berbagai kegiatan masyarakat. Sejak masih dalam kandungan ibunya

sampai setelah meninggal dan dikebumikan. Jumlah populasi terbesar di

Indonesia berdasarkan asal sukunya adalah masyarakat suku Jawa. Jumlahnya

mencapai hampir separo dari total jumlah populasi masyarakat yang menetap

di Indonesia. Suku Jawa berasal dari 3 propinsi di pulau jawa yakni

Propinsi Jawa Tengah, propinsi Jawa Timur dan propinsi Daerah Istimewa

Yogyakarta. Semua sendi kehidupan masyarakat suku Jawa tidak pernah lepas

dari adat istiadat Jawa yang memang sudah sangat dipercayai sejak zaman

nenek moyang. 

 Adat Istiadat Jawa Masa dalam Kandungan Ibunya

     Saat seorang perempuan Jawa mengandung dan usia kandungannya sudah

mencapai empat bulan sudah mulai dilakukan prosesi ritual adat istiadat

jawa berupa selamatan, ritual berikutnya pada masa kehamilan memasuki bulan

ketujuh mereka akan melakukan semacam ritual selamatan atau yang sudah

jamak dikenal di masyarakat dengan sebutan mitoni. Salah satu ritual dalam

prosesi selamatan mitoni yang dilakukan oleh perempuan jawa yang hamil

tersebut adalah tingkeban. Pada ritual ini, perempuan yang tengah

mengandung dimandikan menggunakan dengan air yang dicampur dengan bunga.

Bahkan ada juga yang meyakini bahwa pakemnya adat istiadat jawa airnya dari

tujuh sumber dan bunganya tujuh rupa. Kain yang digunakan sebagai kemben

pun jumlahnya harus tujuh dan dipakai secara bergantian saat acara

tingkeban berlangsung.


 Adat Istiadat Jawa saat Prosesi Upacara Pernikahan

      Adat istiadat Jawa juga sudah jamak kita dapati dalam pelaksanaan

prosesi upacara pernikahan. Masyarakat Jawa percaya akan adanya hari yang

baik untuk melaksanakan pernikahan. Hari baik tersebut biasanya,

dihitungkan oleh musyawarah keluarga besar masing-masing mempelai yang

dipimpin oleh sesepuh atau yang dituakan yang berpatokan pada buku primbon

Jawa. Pra prosesi acara pernikahan berlangsung, biasanya sebulan

sebelumnya, calon mempelai pengantin suku Jawa tidak diperbolehkan untuk

saling bertemu. Khusus calon mempelai perempuan, biasanya, yang sudah lazim

berlaku pada adat istiadat jawa melalui prosesi ritual dipingit. Ritual

pingitan ini ditujukan untuk mempersiapkan lahiriyah dan batiniyah bagi

calon mempelai pengantin perempuan yang akan memasuki jenjang pernikahan.

Sehari sebelum prosesi acara pernikahan, calon mempelai pengantin perempuan

kembali melakukan ritual. Kali ini, ritualnya biasa disebut dengan siraman.

Pada prosesi ritual  siraman, air yang digunakan untuk melakukan prosesi

siraman tersebut dalam adat istiadat jawa diambil dari tujuh sumber mata

air sebagaimana disyaratkan dalam prosesi ritual mitoni bagi perempuan yang

sedang hamil dan sudah dicampur dengan bermacam-macam bunga. Kemudian,

malam harinya, dilaksanakan prosesi ritual midodareni.
Ritual ini biasanya

juga menjadi acara pertemuan sebelum pernikahan antara kedua keluarga calon

mempelai pengantin. Saat acara pernikahan berlangsung, ritual adat istiadat

Jawa yang dilakukan lebih banyak lagi dan semacam beragam. Mulai

disyaratkannya prosesi menuju pelaminan dipimpin oleh seorang cucuk lampah,

saling melempar sirih, saling menyiratkan beras kuning, hingga ritual

membasuh kaki mempelai pengantin pria oleh mempelai pengantin perempuannya.


 Adat Istiadat Jawa saat Upacara Kematian

     Pada waktu ada anggota masyarakat suku Jawa yang meninggal, ritual

adat istiadat jawa pun tidak lepas mengiringi. Ritual brobosan adalah yang

biasa dilakukan dan masih sering kita temui, berupa proses perbuatan dari

kerabat dekat anggota masyarakat suku jawa yang meninggal melintasi secara

bergantian di bawah mayat yang sudah ditandu dengan cara berjongkok.

Ritual adat istiadat jawa pun belum selesai hingga di situ. Setahun pertama setelah meninggal, biasanya, pihak keluarga yang ditinggalkan akan mengadakan selamatan mulai satu harinya berturut-turut sampai tujuh
harinya, dilanjutkan dengan ritual selamatan empatpuluh hari,  seratus hari
dan pendak siji adalah masa satu tahun setelah hari meninggalnya, pendak
loro adalah masa dua tahun setelah hari meninggalnya, hingga pendak telu atau
biasanya diselenggarakan bersamaan dengan nyewu yakni selamatan yang
dilakukan di tahun ketiga atau pada seribu harinya.
Orang Jawa

Orang Jawa

21.26 0 edit


ORANG JAWA
Jawa (Bahasa Jawa Ngoko: Wong Jawa, Krama: Tiyang Jawi) merupakan suku bangsa terbesar di Indonesia yang berasal dari Jawa Tengah, Jawa Timur, dan Daerah Istimewa JogJakarta. Setidaknya 41,7% penduduk Indonesia merupakan etnis Jawa Sebelumnya Suku Jawa Berjumlah 47,05% Pada Tahun 1930 sensus yang dilakukan oleh pemerintahan kolonial Belanda pada waktu Itu.

Penurunan ini terjadi karena banyaknya orang jawa yang menjadi bagian dari etnis setempat di beberapa daerah di Indonesia. Selain di ketiga provinsi tersebut, orang jawa banyak bermukim di Lampung, Jakarta, Sumatera Utara, Riau, Sumatera Selatan, Banten dan Kalimantan Timur. Di Jawa Barat mereka banyak ditemukan di Kabupaten Indramayu, Kabupaten Cirebon, dan Kota Cirebon. Suku Jawa – orang jawa- juga memiliki sub-suku, seperti Suku Osing, Orang Samin, Suku Tengger, dan lain-lain. Selain itu, orang jawa ada pula yang berada di negara Suriname, Amerika Selatan karena pada masa kolonial Belanda orang jawa tersebut dibawa ke sana sebagai pekerja dan kini orang jawa di sana dikenal sebagai Jawa Suriname.

Orang jawa adalah sebutan untuk orang yang tinggal dan atau lahir di jawa timur dan jawa tengah serta Daerah Istimewa Jogjakarta, walaupun jawa sebenarnya adalah pulau, namun penduduk jawa barat berasal dan menamakan dirinya sebagai suku sunda sehingga merujuk pada suku, orang jawa = suku jawa ( penduduk jawa timur dan jawa tengah serta daerah istimewa jogjakarta ) .


Keunikan yang Hanya Dimiliki Orang Jawa
Indonesia , tempat yang kita tinggali ini memiliki sejuta keunikan dan keberagaman, mulai dari keberagaman agama, keberagaman suku dan budaya, keberagaman kuliner dan masih banyak lagi keberagaman-keberagaman yang di miliki Indonesia ini.

Dari keberagaman tersebut kita akan melihat salah satu suku, penduduk asli indonesia yang banyak kita temukan di belahan pulau-pulau Nusantara, yaitu suku Jawa. Orang Jawa memiliki banyak keunikan yang membuat orang jawa banyak diterima di setiap tempat yang mereka tinggali, berikut adalah keunikan-keunikan yang dimiliki orang jawa.